Hujan..
Sebuah anugerah dari Tuhan
Yang sengaja ia turunkan
Yang bagiku, merupakan kesempatan
Kesempatan mengenang sebuah kenangan
Mawar merah di tangan kanan
Ia genggam dengan air yang bercucuran
Kuyup sudah badannya
Ia relakan untuk satu kata bernama cinta
Saat itu, mawar merah lah
yang menjadi saksi bisu kisah cinta kita
Dengan seulas senyum di bibirnya
Ia mengulurkan tangannya
Sekarang mawar merah itu padaku
Layu sudah dimakan waktu
Tapi walaupun begitu
Tetap kusimpan seluruhnya dipelukanku
Sekarang kisah itu bukan hanya dalam satu kata
Sekarang menjadi dua
'cinta' dan
'kenangan'
Sebuah kisah,
Kisah tentang cinta
Yang telah menjadi masa lalu
Disatukan semua kisah itu di dalam buku berjudul 'Kenangan'
Pahit sekali rasanya..
Hujan..
Dapatkah engkau berikan?
Berikan sebuah keseempatan
untuk mengulang kembali kenangan
yang tak akan pernah terlupakan..
(Dapatkah hujan? Tolong, berikan aku kesempatan itu sekali saja)
Sebuah anugerah dari Tuhan
Yang sengaja ia turunkan
Yang bagiku, merupakan kesempatan
Kesempatan mengenang sebuah kenangan
Mawar merah di tangan kanan
Ia genggam dengan air yang bercucuran
Kuyup sudah badannya
Ia relakan untuk satu kata bernama cinta
Saat itu, mawar merah lah
yang menjadi saksi bisu kisah cinta kita
Dengan seulas senyum di bibirnya
Ia mengulurkan tangannya
Sekarang mawar merah itu padaku
Layu sudah dimakan waktu
Tapi walaupun begitu
Tetap kusimpan seluruhnya dipelukanku
Sekarang kisah itu bukan hanya dalam satu kata
Sekarang menjadi dua
'cinta' dan
'kenangan'
Sebuah kisah,
Kisah tentang cinta
Yang telah menjadi masa lalu
Disatukan semua kisah itu di dalam buku berjudul 'Kenangan'
Pahit sekali rasanya..
Hujan..
Dapatkah engkau berikan?
Berikan sebuah keseempatan
untuk mengulang kembali kenangan
yang tak akan pernah terlupakan..
(Dapatkah hujan? Tolong, berikan aku kesempatan itu sekali saja)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar