Suatu pagi di Desa kurcaci. Ada seorang kurcaci kecil,
bernama ucil sedang berjalan2 di desa. Ia berjalan kesana kemari, sambil
sesekali menyapa kurcaci lainnya yang berpapasan dengannya. Hari semakin siang.
Cuaca pun semakin panas. Ia pun memutuskan berhenti dan duduk di bawah pohon
besar di samping rumah kakek Waci. Ia mencabut satu daun dari pohon itu, dan
mengipas2 tubuhnya dengan daun tersebut.
Ucil merasa haus. Ia
berhenti mengipas2 tubuhnya. Lalu berpikir bagaimana cara agar ia mendapatkan
air minum. Ia ingin pulang, tapi jarak rumahnya jauh. Ia tidak mungkin berjalan
pulang dengan keadaan dirinya yang sangat haus. Belum lagi matahari yang terik
berada persis di atas kepala. Lalu ucil melihat ke sekitar. Dan matanya
berhenti pada sosok tua lelaki tua yang sedang berjalan keluar rumah dengan
tongkat nya sambil membawa segelas es teh di tangannya. Air es menetes perlahan
di gelas yang di pegang oleh kakek Waci. Ucil menelan ludah. Ia benar-benar
sangat kehausan sekarang.