" Berkhayal ? ".
Kata itu yang selalu keluar jika seseorang menanyakan padaku " Apa
kegiatanmu sekarang ini ? ". Tapi, memang itu kenyataannya. Kegiatanku
hanyalah berkhayal lalu mencurahkan semua khayalanku ke dalam kertas usang yang
selalu kusimpan dalam tumpukan-tumpukan buku yang juga usang. Mungkin kenyataan
yang aneh bagi sebagian orang.
Anehnya lagi, aku selalu
menganggap khayalan-khayalanku itu adalah kenyataan. Seakan aku hidup dalam
negeri dongeng. Dan jika aku berkhayal tentang diriku di masa depan, aku selalu
percaya itu akan menjadi nyata. Seakan, aku pergi ke masa depan dengan mesin
waktu dan setelah aku tau akan kehidupanku nanti, aku kembali ke masa sekarang
dan menuliskan semua masa depanku di otakku. Aneh bukan !?.
Aku selalu bingung dengan
semua kenyataan ini.
Aku, seorang gadis aneh yang juga memiliki kegiatan yang juga aneh. Berkhayal.
berkhayal, dan terus berkhayal.
Aku akan bercerita lagi.
Bercerita tentang hal aneh diriku yang kedua. Aku bisa menuliskan cerita-cerita
yang ada dalam khayalanku. Tapi, aku selalu susah untuk menuliskan cerita dari
kehidupan nyata. Aneh..
Aku selalu ingin bertanya “ Mengapa aku seperti ini ? “. Tapi, aku pun selalu bingung untuk bertanya pada siapa. Aku sudah bertanya pada matahari yang selalu menemani siangku dengan berkhayal. Tapi, matahari tak bisa menjawabnya. Aku pun juga sudah bertanya pada bulan yang selalu menemani malamku dengan berkhayal. Bulan pun juga tak bisa menjawabnya. Bahkan, aku sudah bertanya pada embun yang selalu menyambut pagiku yang juga selalu kuawali dengan berkhayal. Tapi, seperti sebelum-sebelum nya. Embun pun tak bisa menjawab pertanyaanku..
Aku selalu ingin bertanya “ Mengapa aku seperti ini ? “. Tapi, aku pun selalu bingung untuk bertanya pada siapa. Aku sudah bertanya pada matahari yang selalu menemani siangku dengan berkhayal. Tapi, matahari tak bisa menjawabnya. Aku pun juga sudah bertanya pada bulan yang selalu menemani malamku dengan berkhayal. Bulan pun juga tak bisa menjawabnya. Bahkan, aku sudah bertanya pada embun yang selalu menyambut pagiku yang juga selalu kuawali dengan berkhayal. Tapi, seperti sebelum-sebelum nya. Embun pun tak bisa menjawab pertanyaanku..
Apa diriku sendiri yang bisa menjawab ? Tapi, aku tak pernah bisa menebak apa jawabannya. Aku hanya bisa pasrah dengan semuanya. Mungkin ini jalanku menuju yang lebih baik.. :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar